Wednesday, December 17, 2014

Destiny

Udah bertahun-tahun, dan semuanya belum hilang dalam ingatanku. Dan aku tak mampu berbohong kalau rasa sakit itu seringkali muncul dalam ingatan. Yaa, sakit..

Ini tentang sebuah kepercayaan, dimana saat kamu percaya seseorang dan kamu sangat berharap tapi tidak sesuai dengan harapan

Pertama, yaitu dimana kamu mencurahkan seluruh kasih sayangmu hanya kepada satu orang yang sangat kamu sayangi, dengan segala pengorbanan, tapi tidak mempercayaimu dan menuduhmu sebaliknya, dan dimana kamu menjadikan seseorang tumpuan untuk berlindung, tetapi malah menyerangmu balik bagaikan musuh.

Kedua, yaitu dimana kamu telah mengorbankan segalanya, tapi dengan mudahnya kamu dihianati tanpa belas kasih, dibohongi, tidak dihargai, lagi dan lagi. Dimana semua harapan, dan sebuah tempat yang kamu harapkan sebagai tempat yang paling indah, malah menjadi neraka.
Miris, segala pengorbanan pun menjadi tak berarti.
Rasa sakit itu...

Ketika larut malam tiba dan fajar hampir tiba, sesekali terlintas dalam pikiranku semua kejadian yang telah berlalu. Dan seketika pula, sesak di dada dan airmata ini menetes, sungguh miris ingat semuanya.

Menurut aku kesabaran itu gak ada batasnya, tapi seseorang mempunyai titik jenuh yang berbeda-beda. Dimana pada posisi ini aku yang memberikan kepercayaan aku 100% tetapi aku terus disakiti, merasa lelah dan bosan. Kuberi kesempatan berulang-ulang tetapi rasa sakit yang diberikan juga terus berulang-ulang.

Hingga pada akhirnya aku putuskan untuk melepaskan semuanya. Sebesar apapun rasa sayang itu, pada akhirnya harus ku lepaskan dia yang tidak bisa mempercayai, menghargai, dan menjagaku.

Jika pun kulakukan kekhilafan, aku tidak menyesal. Dari sana aku bisa belajar tentang sebuah kesalahan. Aku hanya ingin memperbaiki diri. Jika pun kulakukan kesalahan, maka semua itu adalah bentuk dari sebuah pemberontakan hati yang jenuh, bosan, dan benar-benar muak. Dan semua kekhilafan itu, walaupun salah, tapi itu didasari ketulusan. Yaa, itu takdir. Itu ujianku.

Segala kekhilafanku, segala kesalahanku, semoga Allah memaafkan dengan segala tobatku, dan Allah meridhoi semua niat baikku, niat untuk memperbaiki diri, tak akan kulakukan kesalahan lagi, Inshaallah.

Dan semoga, suatu saat nanti jika umur panjang, dan Allah mempercayakan seseorang untuk menjadi jodohku, semoga dia seseorang yang menerima ku apa adanya, yang pasti imam untuk dunia akhirat yang bisa menuntunku ke surga. Aamiin ya rabb

Jika kulakukan kesalahan, jangan lihat akhirnya, tapi lihat awalnya dan apa penyebabnya.